Rabu, 21 September 2011

-arti sebuah peranan- 20.10.2010, pukul 20:10

 Cerita ini aku tuliskan waktu aku masih tinggal kost Tahun 2010, saat aku kerja didaerah Mangga Dua Jakarta Pusat. Ya tepat nya saat aku kerja dikantor aku yang sekarang. Aku menuliskan ini teruntuk salah satu sahabat ku, "Miia Tri Astuti" :)


Yaa allah, aku tak akan pernah lupa ucapkan syukur pada-Mu. Banyak nikmat yang telah KAU berikan untukku. Disini aku telah belajar banyak arti dari kehidupan ini. Mungkin dulu aku hanya bisa mencerna apa itu arti kehidupan yang sebenarnya, tapi sekarang aku tidak hanya mencerna lagi namun aku menjalankannya. Dulu aku berfikir hidup ini biasa2 saja, tanpa harus aku tau bagaimana susahnya menjadi peranan dalam kehidupan yang sebenarnya. Aku sering tidak memperdulikan siapapun, tidak pernah mau tau apapun yang sedang menyulitkan orang lain, aku yang ingin selalu ada apa yang aku mau tanpa memikirkan keluargaku. EGOIS bahasa kasarnya, yaa aku memang terlahir dikeluarga yang biasa2 saja hanya kesederhanaan yang aku rasakan, bukan sebuah kemewahan!
Sekarang aku sadar aku tidak boleh menjadi seorang yg tamak/egois. Aku sadar betapa susahnya hidup dari jerih payah sendiri, apa lagi sekarang aku menjadi anak KOST'AN yang mungkin tidak akan lagi bergantung pada keluargaku, dasini aku harus belajar mengelolah keuanganku sendiri. Disini aku tidak sendirian, aku berdua bersama teman yang mungkin sekarang adalah sahabatku. Dia juga satu kantor dengan ku, dia merantau dari kampung jauh dari keluarganya. Namun dia seorang yang kuat, aku belajar banyak darinya. Dia bernama "Astuti Mia", awal aku bertemu dengannya kupikir dia orang yang sangat menjengkelkan serta judes mugkin kelihatan dari raut wajahnya, tapi setelah aku mulai dekat denganya hingga 2 bulan lebih aku mengenalnya pikiranku yang diawal tentangnya berubah 360derajat. Dia orang yang sangat baik, aku memulai awal hidupku yang lebih baik lagi bersama dia, yang akan belajar menghargai apapun yang aku terima. Tidak lagi banyak mengeluh, tidak lagi yang namanya memilih milih teman, tapi tetap harus dihal yang positif. Harus bisa ikhlas dalam menjalankan apapun, aku dan mia banyak berbagi cerita susah maupun senang, dia keluargaku sekarang. Yaa aku harus bisa menjadi yang lebih baik lagi, terima kasih yaa Allah KAU telah menghadirkan orang-orang baik dikehidupanku yang bisa mengajarkanku untuk tetap dijalan-Mu.
Tanpa kalian mungkin aku nggak akan bisa seperti ini, yang selalu kuatkan aku setiap aku mendapat masalah dan saat aku juga terjatuh. TERIMA KASIH UNTUK SEMUA :D





Miia Tri Astuti & Novitri Sari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar