Gue mau menuangkan sedikit cerita tentang mimpi gue ke dalam blog gue kali ini, menurut gue mimpi gue agak aneh. Dan selalu membuat hati gue gemetar, semoga ada hal baiknya yang bisa diambil.. Amin :)
Tepat ditanggal 02 Oktober 2011, dihari minggu tepatnya. Pagi hari gue terbangun dari tidur dikarenakan mimpi pukul 04.10 lebih kurangnya, Gue nggak tau apa maksud dalam mimpi gue itu. Gue bermimpi sedang berada disebuah pulau yang nggak begitu besar juga nggak begitu kecil, banyak terdapat semak-semak ilalang. Gue merasa didalam mimpi itu hanya ada gue seorang diri, nggak ada orang yang lainnya.
Gue tersudut di pinggir pantai dan menangis, mungkin karna gue merasa hanya gue seorang diri dipulau tersebut. Kemudian datang seseorang yang berwujud kakek tua, dan memberikan gue sebuah surat yang sudah agak usang. Kemudian dilanjutkan dengan memberi gue sebuah sajadah dan mungkena. Gue sungguh kaget seolah-olah mimpi gue itu benar-benar sungguh nyata. Dan kakek tua itu berkata “Ambillah sajadah dan mungkena ini nak, pegang dan jangan kau pernah untuk meninggalkan sholat walau kau dalam keadaan terdesak. Tapi kau harus tetap menyempatkan untuk melaksanakan sholat” SUBBHANALLAH, gue menjatuhkan air mata dan tiba-tiba gue menangis tanpa hentinya.
Setelah itu gue berani untuk menggapai tangan si kakek tua dan mengambil sajadah serta mungkena juga sebuah surat yang telah diberikan si kakek tua itu. Ketika beberapa menit gue mencium dan memeluk sajadah serta mungkenanya, tiba-tiba kakek tua itu hilang dan gue mencari di serta memutari pulau tersebut. Tapi kenyataannya nihil, kakek tersebut menghilang dan nggak tau dimana. Dan gue memegang sebuah surat itu, namun gue nggak berani untuk membukanya. Jadi gue hanya bisa membawa dan menyimpannya.
Akhirnya gue mencoba berjalan menelusuri pulau tersebut, ketika diperjalanan setelah pergi meninggalkan pantai gue mulai merasakan yang nama nya “kelaparan” yang benar-benar. Sungguh sangat lapar keadaan gue saat itu. Gue mencoba terus berjalan mencari sesuatu yang bisa dimakan, entah apa itu asalkan bisa mengisi perut gue yang kosong. Setelah berjalan beberapa kilometer, gue menemukan rumah gubuk yang benar-benar sudah kumuh dan usang mungkin bisa disebut tak layak untuk ditinggali. Gue mencoba mengucapkan salam, dan bertanya apakah ada sesorang didalam? Namun, tak ada suarapun yang menjawab. Terpaksa gue memberanikan diri untuk masuk ke gubuk tersebut. Didalam, gue nggak menemukan satu makanan pun. Gue mulai melemas, dan mata gue terpanah pada satu ruangan yang ada didalam gubuk tersebut. Sepertinya sebuah kamar, gue mencoba masuk dan nggak tau kenapa tiba-tiba gue langsung membuka sebuah lemari dengan kedua tangan gue.
Mata gue nggak bisa berkedip, dan mata gue mulai berkaca-kaca. Mulut gue tak lupa lagi-lagi mengucapkan “SUBBHANALLAH” didalam lemari tersebut terdapat sebuah pakaian muslim yang amat indah serta jilbab yang cantik disertakan payet dan pernakpernik kristal. Gue mulai gemetaran, serasa sungguh nyata. Namun, sampai disini gue masih belum dapat terbangun dalam tidur. Dan saat itu juga rasa lapar gue yang amat mendalam pun juga nggak terasa lagi. Perut gue terasa berisi dan badan gue pun juga nggak lemas lagi. Tapi gue masih bingung dengan pakaian tersebut, dan dalam benak dan pikiran gue banyak keluar pertanyaan “Punya siapa ini, dan apa maksud dengan semua ini?”
Gue tersentak kaget, ketika gue mendengar suara larian kecil seperti mau menghampiri gue. Dan ternyata benar, suara itu mendekati gue dan memasuki kamar dimana ada gue. Seorang anak kecil balita tepat nya berjenis kelamin cowok. Gue tambah kaget, anak kecil itu lalu tersenyum ke gue dan berkata “Pakaian muslim itu punya kakak, kakak pasti kelihatan tambah cantik jikalau memakainya. Aku persembahkan itu untuk kakak, aku harap kakak suka” setelah berkata seperti itu anak kecil itupun kemudian kembali berlari keluar. Dan gue mencoba mengejarnya dan berlari keluar juga, namun sama hal nya seperti gue bertemu dengan kakek tua yang sebelumnya memberi gue sajadah dan mungkena. Gue nggak menemukannya, nihil. Gue merasa mimpi gue benar-benar berjalan lama sekali, seerti melewati berhari-hari. Hmm, kemudian gue melanjutkan dengan menggunakan dan memakai pakaian muslim itu tak lupa dengan jilbabnya juga. Dan gue berjanji jika bertemu lagi dengan anak kecil itu lagi gue akan memberikan nya hadiah. :)
Kemudian gue kembali berjalan dan meninggalkan gubuk itu dengan menggunakan pakaian muslim yang tadi. Gue nggak tau mau kemana lagi, sungguh hilang arah. Mau bangun pun terasa susah dalam tidur gue, seperti ada yang memaksakan untuk terus lanjut. Waktupun mulai memasuki malam, dan malam pun mau memasuki pagi. Gue sungguh bingung mau kemana, benar-benar seorang diri dipulau tersebut.
Saat perjalanan, gue menemukan seekor kucing dipinggir jalan dengan luka dikedua kaki belakangnya. Gue merasa kasihan melihatnya benar-benar kasihan, gue mencoba mendekat dan menggendongnya. Lalu gue mencoba mencari sesuatu yang bisa mengobati lukanya. Sampai kesemak-semak gue cari dedauanan agar bisa nyembuhin itu luka dari kucingnya. Dan akhirnya gue dapet dan gue tumbuk daunnya dan gue bubuhi kekaki kucing itu, Alhamdulillah sembuh juga. Kemudian, kucing itu lompat dari genggaman tangan gue. Dan dia seperti memberi gue petunjuk jalan, gue mengikuti kucing itu. Setelah beberapa jam, gue menemukan sebuah masjid didesa tersubut. Masjid nya indah sekali, kelihatan megah dan mewah. Tapi aneh nya nggak ada seseorang pun, kecuali gue dan seorang nenek-nenek tua yang sedang menyapu halaman.
Gue mencoba mendekat bersama kucing yang tadi gue temukan dijalan. Dan ternyata kucing itu adalah kucing sih nenek ini. Mata nenek tua itu berkaca-kaca dan berkata pada gue “"terima kasih ya sudah menemukan dan menyembuhkan luka kucing saya, sudah masuk waktu subuh ayok kita ambil wudhu dan sholat dulu" Dan gue pun menurut dan tersenyum pada si nenek, didekatnya gue merasa hangat dan tentram. Gue memanfaatkan sajadah dan mungkena dari sih kakek tua yang sebelum nya memberikan pada gue. Setelah sholat, kemudian dilanjutkan untuk tadarus’an. Gue pun membaca ayat-ayat Al-Qur’an, hati gue bergetar dan lagi-lagi menjatuhkan air mata. Setelah hampir setengah jam gue mengaji bersama nenel tua ini, nenek tua ini memberikan sebuah kitab Al-Qur’an dan sedikit memberi pesan “Ambillah kitab Al-Qur’an ini, jaga dan rawat. Bacalah setiap hari dan setelah selesai melaksanakan sholat” sambil memberi senyum dan melanjutkan “Ini buat kamu, sebagai oleh-oleh dan juga bekal buat akhirat. Semoga kamu bisa menjadi yang lebih baik lagi, lakukan sesuatu yang baik didunia. Jaga dan selalu bawa ini karna ini yang akan menyelamatkan serta melindungi kamu didunia maupun diakhirat nanti”
Mendengar pesan itu langsung hati gue gemetar, serta seluruh tubuh gue ikut gemetar juga. Mata gue kembali berkaca-kaca tak kuasa membendung air mata lagi, dan jatuhlah air mata gue untuk kesekian kalinya. Yaa Allah Ya Robb, apa arti ini semua?? Setelah dari ucapan nenek tua itu, gue terbangun dalam tidur gue dengan kaget seperti ada yang membangunkan gue. Masya Allah, gue langsung lihat jam dan jam menunjukkan pukul 04.10 pagi. Gue langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu serta melaksanakan sholat subuh. Subbhanallah, hidayah ini semua diberikan untuk gue lewat mimpi. Agar gue bisa menjadi yang lebih baik lagi, gue masih tak menyangka dengan semua ini. Pagi nya langsung gue ceritakan dengan nyokap gue, dan nyokap hanya berasumsi bahwa dalam mimpi itu terdapat orang-orang terdekat gue. Yaitu, Kakek tua adalah kakek kandung gue dari nyokap, anak kecil cowok itu adalah adik kandung gue yang udah meninggal, dan terakhir nenek tua itu adalah nenek kandung gue dari nyokap juga. Nyokap Cuma bilang, “ini mungkin sugesti kamu, karna kamu ingin mnejadi seorang yang lebih baik lagi dijalan Allah. Dan disini kamu diberi semangat dan dorongan dari orang-orang terdekat kamu melalui mimpi untuk bisa mencapainya”
Allahu Akbar, hati gue tersentuh dan gue menangis. Aku tau bahwa aku emang udah agak jauh dari-Mu ya Allah, mungkin dari sini Aku dapat pelajaran bahwa rencana-Mu itu indah. Dua hari sesuatu yang baru aku niatkan sebelumnya untuk lebih dekat dengan-Mu, langsung engkau berikan petunjuk-Mu melalui mimpi. Ini sungguh nyata benar-benar mimpi ku, terima kasih Ya Allah. Semoga dari sini aku bisa menjadi pribadi yang legin baik lagi, dan lebih dekat lagi dengan-Mu. Serta menjalankan semua perintah-Mu dan menjauhkan semua larangan-Mu bersihkan hatiku Ya Allah dari semua sifat buruk, bukan hanya untuk aku tetapi juga untuk kita semua yang berada dijalan-Mu. Amin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar